Melansir Times of Oman, 16 September dipilih untuk menandai terjadinya Protokol Montreal. Protokol yang ditandatangani pada 1987 itu merupakan janji dari pemerintah, industrialis, dan ilmuwan, untuk memberantas 99 persen zat yang dapat merusak ozon.

Fenomena itu terjadi sebagai dampak penggunaan zat CFC dan HCFC yang berasal dari peralatan rumah tangga sehari-hari, termasuk spray rambut, AC, dan lemari es. Kerusakan ozon mengakibatkan meningkatnya kasus kanker kulit pada manusia, juga merusak pertumbuhan tumbuhan dan binatang. Hari Ozon Sedunia juga dikenal sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon. Peringatan ini dimaksudkan untuk memberikan perhatian global terhadap masalah lingkungan untuk melindungi lapisan ozon.

Mengingat akhir-akhir ini banyak dampak-dampak yang ditimbulkan dari rusaknya lapisan ozon. Pertama, menyebabkan kanker kulit, karena tingginya radiasi UV-8. Kedua, menyebabkan katarak mata. Ketiga, penurunan kesehatan, karena adanya penurunan vitamin D di kulit. Keempat, kehidupan darat, tumbuhan yang terhambat akibat peningkatan UV-8 yang menggangu rantai makanan. Kelima, mengganggu ekosistem, mengubah alur pertukaran karbon dioksida antara atmosfer dan biosfer. Biota laut rusak akibat peningkatan besar UV-8 menyebabkan rantai makanan biota laut meningkat. Hal ini tentu sangat mengancam keanekaragaman hayati dan ekosistem laut. Keenam, kerusakan material akibat paparan UV-8 yang merusak bahan alami maupun sintesis.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang peduli dengan kondisi lingkungan hidup, SMP Strada Yos Sudarso ikut ambil bagian untuk memperingati Hari Ozon dengan tema “Menyelamatkan Bumi di Masa Pandemi”. Peringatan kali ini diisi dengan beberapa kegiatan. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa kepedulian seluruh anggota sekolah, terlebih para siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Miss Yovita Asti Pratiwi, selaku guru dan penanggung jawab kegiatan peringatan Hari Ozon menyusun beberapa kegiatan, antara lain membuat kerajinan dari sampah, membuat mini vlog dan poster dengan tema “Merawat Bumi di Masa Pandemi” dengan didampingi oleh beberapa koordinator masing-masing kegiatan, yaitu Mrs. Niken, Mr. Roy, dan Miss Devi (Kegiatan membuat kerajinan dari sampah), Mr. Rino, Mr. Andre, dan Ms. Anas (Kegiatan membuat mini vlog, serta Ms. Rini, Ms. Saras, dan Mrs. Widi (Kegiatan membuat poster). Semua siswa wajib berpartisipasi dalam peringatan Hari Ozon dengan memilih salah satu dari ketiga kegiatan tersebut.

Untuk kegiatan membuat kerajinan dari sampah, terdapat beberapa ketentuan, yaitu sebagai berikut.

  1. Siswa membuat kerajinan dari barang bekas (botol plastik, koran, dan lain-lain)
  2. Siswa membuat kolase foto dari proses pembuatan sampai dengan hasil akhir (produk)
  3. Siswa mengumpulkan karya melaui Link Google Drive yang akan diberikan oleh panitia pada tanggal 16 September 2021, pukul 10.00 WIB

Untuk kegiatan membuat mini vlog, terdapat beberapa ketentuan, yaitu sebagai berikut.

  1. Siswa membuat sebuah video singkat
  2. Masing-masing kelas mengirimkan 2 video, boleh individu atau kelompok
  3. Video boleh diedit sekreatif mungkin
  4. Siswa mengumpulkan video melalui Link Google Drive yang akan diberikan oleh panitia pada tanggal 16 September 2021, pukul 10.00 WIB

Untuk kegiatan membuat poster, terdapat beberapa ketentuan, yaitu sebagai berikut.

  1. Siswa membuat sebuah
  2. Poster dibuat dikertas A3 atau buku gambar
  3. Poster diberi warna dengan menggunakan krayon
  4. Siswa mengumpulkan poster melalui Link Google Drive yang akan diberikan oleh panitia pada tanggal 16 September 2021, pukul 10.00 WIB
Sebarkan artikel ini